Join or Advertise +6285397694900 (Widya), +628524211999 (Lisa)

Beda Exit Poll dan Quick Count

  • 19 Juni 2018 16:39
blog post

Ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - KPU Sulsel sudah menetapkan 10 lembaga survei yang akan melakukan hitung cepat (quick count) dan exit poll pada hari pencoblosan Pilgub Sulsel, 27 Juni 2018.

Dari 10 lembaga itu, dua diantaranya akan melakukan exit poll usai pencoblosan nantinya.

"Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Populi Center akan melakukan exit poll usai pencoblosan," ucap Komisioner Divisi Umum, Organisasi, dan Rumah Tangga KPU Sulsel, M Asram Jaya beberapa hari lalu.

Ada perbedaan antara exit poll dan quick count dalam penghitungan suara Pilkada?

Menurut General Manager Litbang Kompas, Harianto Santoso, quick count merupakan sebuah metode paling ampuh untuk memantau hasil pemilu.

Proses quick count dengan menghitung presentase hasil pemilu di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang dipilih secara acak dengan metode statistik.

Data hasil penghitungan suara dikirim ke pusat sistem data melalui perangkat elektronik. Pengiriman teks data disertai foto lembar C1 di lokasi TPS.

Sementara untuk exit poll dilakukan untuk melihat gambaran perilaku pemilih, antara lain kecenderungan arah pilihan dan alasan mengapa responden memilih pasangan calon tertentu.

Exit poll dilaksanakan dengam mewawancarai pemilih seusai melakukan pemilihan di TPS. Pemilih pun dipilih secara acak dan tidak mewakili suara TPS secara keseluruhan.

Menurut Hariyanto, hasil quick count lebih akurat dibanding exit poll.

"Quick count lebih objektif melihat suara siapa yang menang," kata Hariyanto dikutip dari Kompas.

Daftar 10 lembaga survei yang resmi akan melakukan quick count dan exit poll Pilgub Sulsel 2018:

1. Cyrus Nusantara
2. Indo Barometer
3. PT Celebes Research Center (CRC)
4. Pandawa Research
5. Populi Center
6. Citra Publik Indonesia-Lingkaran Survei Indonesia (CPI-LSI Network)
7. Indikator Politik Indonesia
8. Jaringan Survei Indonesia (JSI)
9. Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC)
10. Indeks Politica Indonesia (IPI)

  • Mulyadi Abdillah

Comment